
Hoho.. Pada siang itu, tepatnya hari Sabtu, tggal 14 Februari (tanggal samaran ~hehe) ak pulang bersama teman wanitaku, Ani (nama samaran, red). Kami berencana busuk untuk menunggangi Bis MAhal alias PATAS. Tiktoktiktok nunggu bis Patas lewat, ga lewat2. Alhasil, kami nggandul di bis ekonooomi yg konon tidak patas dan pake AC (alami). Tapi beruntung, bis sepi dan kami duduk leluasa.
Ak si biasa aja, tapi entah kenapa teman wanitaku ini mengeluh sederas-derasnyaa. Membuatku pusing sajaa. Akhirnya dia terlihat seperti anjing menggonggong saja, karena ak mendiamkan dirinya.. Hahaha.. MAaf yaaa, sengaja gan!
Laluuu.. Datanglah penjual kacang yang kacangan tapi sangat bersemangat menjual dagangannya. Dia tidak hanya jual kacang, tapi juga jual semangka, apel, melon, dan duren. Percaya? BODOH.
Sebenarnya dia hanya jual kacang dan pia2 yg kecil banget kayak batu. Kayaknya ga enak. Ak ga berniat beli. Tapi tiba2 temenku yang bawel ini minta dibelikan pia-pia batu itu. Sambil sedikit memaksa, minta dibelikan. Alesannya, dia ga punya cukup uang. Akhirnya kubelikan juga dia si pia-pia batu itu, walaupun ak tau sebenarnya dia bohong tentang jumlah uangnya.. (Oh GOD, lihatlah betapa baiknya aku!:) )
Kamipun menapaki perjalanan yg begitu panas terik.. pengennya sambil bersenandung Naik-naik Ke puncak gunung. Tapi sepertinya tidak pantas karena di sekitar tidak ada pohon stlobelinya.
Ada yang menarik. Kali ini mampir di terminal Boyolali dan kami mendapati penjual buku-buku di dalam mobil besar ini. Dia melampirkan 3 buku pada tiap orang. Ak juga dapt 3, salah satunya tentang azab. Kontan saja, temanku langsung terbahak2 dan memintaku membeli buku itu agar tidak kena azab. (SIWALAN tu anak!). Selain itu ak juga dapt buku belajar bahasa inggris. Oh jadi teringat cinta laura uda ujan ga ada ojek becek cek cekkkk. Lebay.
Temenku dapet buku yang lebih lucu. Dongeng2 gitu. Sebenarnya tidak terlalu lucu. Karena buku itu terlihat udah usang dan tidak selucu sinchan. haha. Isinya dongeng2 jadul. Tapi tiba-tiba jadi lucu saja karena tanpa diminta (dan tanpa dibayar), temanku langsung mendongengkan isi buku itu untuk aku.
BOCAH GENDHENG.
Tapi belum selesai ceritanya, bukunya udah diambil pak.e penjual. OHNO! kami teriak bareng kayak anak kecil minta dibeliin susu. Lebay 2.
Udah ga ada bahan ketawaan lagi, temenku mulai ngeluh2 lagi kayak ibu hamil. Nyebelin. Apalagi pas dia sadar kalo supir turun dari bis dan menduakan tugasnya sebagai supir tapi malah jajan gorengan dan kacang ijo di pinggir terminal. Oh betapa murkanya dia menyadari hal ini.
Rasanya seperti terbakar duduk di sebelahnya. Tapi untunglah sang supir segera menyadarinya dan tancap gas dengan kencangnya.
Oh gawat benar benar gawat, bis melaju kencang sekali! Ak khawatir, tapi temanku ini malah riang gembira menyoraki bis ini. Tiba-tiba semua menjadi seperti di arena balap F1. Temanku ini sorak-sorak penuh semangat. sudah persis Pendukung kebanyakan. Yang nyorakin emang cuma dia, tapi ak yg disebelahnya merasa suaranya: satu mewakili seribu. Semangat sekali. Cuma satu kekurangannya. Ga bawa poom-poom. Ingin rasanya kubelikan dia poom-poom agar lengkap penampilannya seperti pendukung sejati.
"YAAA TERUSS PAK!! BALAP BIS DEPAN PAK!!"
"AYOO AYOO.."
"ARRGHH"
"TABRAK AJA, PAK! TABRAK!"
Lama-lama GILA NI ORANG.
GILA.
GILA.
BIKIN EMOSI.
Make acara nyuruh2 nabrak segala.
Ah salah banget deh pulang sama ni orang.
Akhirnya udah sampe juga ni di Kartosuro. 10 minutes menuju Kerten. Ak turun di Kerten aja. Kalo turun di London kejauhan jalannya. (sumpah ra mutu.)
Senang sekali akhirnya menyudahi perjalanan bersama si kutu ini. Saat aku turun, naiklah 2 orang pengamen berbadan kekar ala ade rai dan berambut gondrong ala coca-cola. hehehe.. Gondrong ala ello jaman dulu. Wahahah.. Langsung teringat bahwa temanku ini ga berani sama pengamen2 begituan. Apalagi pengamen yang kekar.
Mengingat itu, ak ga tinggal diam. Hmmm.. Sekalian aksi balas dendam ni ceritanya, ak langsung turun di tempat itu supaya dia gemetar ketakutan menghadapi 2 pengamen liar itu.
Semoga berhasil.
Sampe di depan pintu turun, ak langsung memandang matanya. Dan tersenyum seolah senyumku ini berkata, "SELAMAT MENIKMATI."
Wahaha. Aku puas!! Puas sekali teman!! akhirnya di saat terakhir kau merasakan perasaan menyebalkan. Oh, aku pulang dengan tenang.
Berharap dia pulang dengan menangis di hadapanku.
Benar saja, hanya selang 5 menit, dia sms dan berkata.
"AH AK MAU DITARIKI DUIT KARO PENGAMEN.E.. TAPI DUITE SOPOO NEH."
"HARGA DIRIKU MIDHUK KI, GORO2 MEMOHON PADA PENGAMEN!"
Hihi.. Im sorry ntikk..
Tapi cukup menghibur og pulang bareng koe.
wakakaka. Kalo uda gini ak cuma bisa muji. Salah-salah Helmku ra dibalekke.
Bis-Siang-Riang-Puyeng
on 17 November 2009
Labels:
Curhat Colongan



0 komentarrrr: