RSS

Lebih Baik Tuli

Kadang tuli lebih baik. Bukan berdoa supaya saya tuli ato gimana, itu cuma arti kiasan aja. Sebetulnya saya cuma mau cerita tentang lomba kodok, hlo! Baiklah, kalo kalian benci kodok, anggap saja kodok yang saya maksud di sini adalah kerokeroppi. Cerita ini saya dapet dari dosen Algoritma & Struktur Data kelasnya Pak Arie. Katanya ini cerita tu udah lama banget. Tapi tetep aja, dipancing kayak apapun, saya ga nyantol. Belum pernah denger. Trus, akhirnya dia nyerah dan mulailah mendongeng...........

Suatu hari, PSSI (Perkumpulan Satwa Se-Indonenesia menggelar perlombaan. Ga tau juga daalam rangka apa. Saya buat acara itu dalam rangka sunatannya adek saya aja, biar meriah. Semua satwa diundang ke acara itu. Mulai dari lomba makan krupuk antar jerapah, lomba renang antar burung, lomba nyanyi ala tokek, lomba kebut2an antar siput, bahkan lomba lari antar kodok-kodok kecil. Ga ada yang menarik, tapi yang paling memikat adalah lomba lari antar kodok-kodok kecil.

Simple aja, targetnya cuma lari sampe ke puncak tertinggi di menara telpon seluler sebelah rumah "empunya sunatan". Aneh. Oke, anggap saja begitu.
Saat perlombaan mulai, ga ada satupun satwa2 lain yang menyaksikannya. Smua ga percaya aja gitu, masa kodok bisa naik menara. Kalo cicak mungkin bisa. Kira-kira gitu pikirannya.
Tapi banyak kodok kecil mulai menaiki meter demi meter. Terdengar
suara:

"Oh, jalannya terlalu sulitttt!! Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak." "Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi....!!

Mulailah berjatuhan. Kecuali yang masih semangat. Terdengar suara lagi:

"Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!"

Makin banyak yang berjatuhan laiknya meteor di garden. Meteor garden. STOP! Kembali ke topik.

"Hanya hewan melata yang bisa nempel2 di menara yang bisa menuju puncak, gemilang cahaya, mengukir cita seindah asa!" *teringat sesuatu??? :p

Akhirnya jatuhlah semua kodok kecil menerpa jalanan. Adeku sedih dan terancam males sunat, soalnya ga ada yang menang. Tiba tiba...

"LIHAT! MASIH TERSISA SATU KODOK!"

Adekku langsung semangat sunatan lagi. Hehe.
Dan hebatnya, dia udah mencapai puncak!!!!! Dialah satu-satunya yang berhasil mencapai puncak menara telepon seluler itu.

Ceritanya, adekku yang sunatan ini mau ngirim hadiah utama ke rumah si kodok kecil. Diapun berteriak, "Hei kodok, dimana rumahmu? Ak ingin memberi hadiah."

Si kodok diam saja.

"Hei kodok! Bagaimana caranya kamu bisa mencapai puncak?" tanya si kuda poni.
"Kodok! Minta tanda tangan dong!" saut sang Puteri. (Kisah putri dan pangeran kodok.)

Tapi si kodok tetap diam saja.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter spesialis kodok, ternyata ia TULI!
Tuli total. Benar2 tuli. Tak bisa mendengar.

============THE END=========


Kata bijak dari cerita ini adalah:

Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis...

karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu.

Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!

Karena itu:

Tetaplah selalu.....

POSITIVE!

Dan yang terpenting:
Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!

Selalu berpikirlah:

I can do this!


Lebih baik Tuli saat orang menyepelekanmu kan?

0 komentarrrr: