**********************************
Dillah : "Mbak sekar, sendalnya eyang yang itu kok aneh banget to?"
Saya: "Aneh piye?"
Dillah: "Kok berat. Dari kayu. Biasanya kan sendalku warna warni trus entheng. Ga kaya ini. Kayu, ga ada warnanya lagi"
Saya: "Lah itu namanya sendal teklek. Sendalnya orang Jawa jaman purba. Hahaaaa"
Itulah sedikit adegan yang terjadi di rumah, antara saya dan sepupu saya yang gendut, Dillah. Umurnya 6 taun (kalo ga salah). Sekarang dia masih TK kecil. Taun ini naik pangkat jadi SD. Nampaknya anak ini telah bosan dengan kehidupan TK dan segera ingin beranjak ke SD. Oke, saya udah keluar dari topik. Kembali ke topiiiikkk!!!!
Ya begitulah sendal teklek. Sendal dari kayu. Nama tenarnya sendal bakiak. Sendal ini kalo saya pribadi pertama kali liat pas masih TK kalo ga salah. Tapi pertama kali pake, pas awal perkuliahan ini. Hehe.. Soalnya sendalnya kalo anak muda bilang 'enggak banget' sih. Tapi waktu tau kalo sendal ini banyak manfaatnya, saya langsung hunting sendal theklek ini.
1. Ternyata sendal ini bisa memperlancar peredaran darah pemakainya (katanya katanyaaa..). Kebetulan saya ngerasa ga pernah olahraga akhir2 ini. Namanya juga anak kuliah. bisanya cuma KUPU_KUPU (Kuliah pulang kuliah pulang). Makanya, solusi make sendal theklek ini solusi yang jempol banget. Trus mencarilah saya sendal aneh ini. Harganya cuma 20ribu coy! Ngga sampe malah.. hahaaaa.. Benarlah pepatah bahwa kesehatan memang mahal, tapi bisa dibeli. Seharga 20ribu TARAAA! Mencegah lebih baik daripada mengobati, to?
2. Kalo mau dipikir2 lagi, si theklek ini juga lumayan buat dipake ke kamar mandi ato ke WC loh!
3. Iseng2, mungkin theklek ini bisa dipake ronda. Kalo sambil diseret-serert lumayan buat nakut2in maling. Hahaaa..
Saya: "Aneh piye?"
Dillah: "Kok berat. Dari kayu. Biasanya kan sendalku warna warni trus entheng. Ga kaya ini. Kayu, ga ada warnanya lagi"
Saya: "Lah itu namanya sendal teklek. Sendalnya orang Jawa jaman purba. Hahaaaa"
Itulah sedikit adegan yang terjadi di rumah, antara saya dan sepupu saya yang gendut, Dillah. Umurnya 6 taun (kalo ga salah). Sekarang dia masih TK kecil. Taun ini naik pangkat jadi SD. Nampaknya anak ini telah bosan dengan kehidupan TK dan segera ingin beranjak ke SD. Oke, saya udah keluar dari topik. Kembali ke topiiiikkk!!!!
Ya begitulah sendal teklek. Sendal dari kayu. Nama tenarnya sendal bakiak. Sendal ini kalo saya pribadi pertama kali liat pas masih TK kalo ga salah. Tapi pertama kali pake, pas awal perkuliahan ini. Hehe.. Soalnya sendalnya kalo anak muda bilang 'enggak banget' sih. Tapi waktu tau kalo sendal ini banyak manfaatnya, saya langsung hunting sendal theklek ini.
1. Ternyata sendal ini bisa memperlancar peredaran darah pemakainya (katanya katanyaaa..). Kebetulan saya ngerasa ga pernah olahraga akhir2 ini. Namanya juga anak kuliah. bisanya cuma KUPU_KUPU (Kuliah pulang kuliah pulang). Makanya, solusi make sendal theklek ini solusi yang jempol banget. Trus mencarilah saya sendal aneh ini. Harganya cuma 20ribu coy! Ngga sampe malah.. hahaaaa.. Benarlah pepatah bahwa kesehatan memang mahal, tapi bisa dibeli. Seharga 20ribu TARAAA! Mencegah lebih baik daripada mengobati, to?
2. Kalo mau dipikir2 lagi, si theklek ini juga lumayan buat dipake ke kamar mandi ato ke WC loh!
3. Iseng2, mungkin theklek ini bisa dipake ronda. Kalo sambil diseret-serert lumayan buat nakut2in maling. Hahaaa..
Lama berselang setelah adegan percakapaan dengan si sepupu saya yang semakin bundar itu, tiba-tiba terceletuklah kalimat yang menggelitik.
"THEKLEK PUNYA ADIK!!!!"
Kontan saya kaget. Lalu saya yang jaraknya bersenti-senti dari dia langsung lari ke TKP. Dia ternyata hanya sedang membaca buku. Selidik punya selidik, ternyata dia lagi baca buku perpustakaan.
"Ini lho mbak. Ternyata theklek tu punya adik! Namanya klompen. Dari Belanda"
rupa-rupanya dia sedang baca buku pengetahuan tentang negeri Belanda.
Jujur saja, sampai saat itu saya ga tau nama sepatu kayunya Belanda itu klompen. Setau saya, itu ga ada namanya. Haahaa.. Apalagi selama ini dunia hanya menyorot keju, kincir angin, dan tulip. Hanya itu yang dibahas di berbagai buku tentang Belanda. Setelah itu saya sempat mencari artikel tentang klompen. Tapi itu sudah beberapa bulan lalu. Nah, sekarang, ayo bahas KLOMPEN (lagi).
Seluk Beluk Klompen
MMmm.. Kalo dipikir2, benar juga yang sepupu saya bilang. Theklek punya adik. Lebih tepatnya, sodara mungkin. Klompen ini juga sama2 terbuat dari kayu. Hanya bedanya si klompen ini bentuknya sepatu bukan sendal bertali. Klompen ini ternyata awalnya digunakan para petani untuk melindungi kaki agar tidak terbenam lumpur saat bercocok tanam. Daerah lahan Belanda memang dikenal berlumpur.
Di kawasan Vlaams (Belgia bagian utara yang berbatasan dengan selatan Belanda), istilah klompen itu merujuk pada sepatu kayu bagi wanita, sedangkan untuk pria, sepatu tersebut dinamai holleblokken.Setiap wilayah biasanya punya sepatu kayu yang mencirikan daerah masing-masing. Sampe2 di Belanda ada dua daerah yang dikasih nama “De Klomp”, yaitu Ede (Provinsi Gelderland) dan di Weesp (Provinsi Noord-Holland).
Di lokasi ini pengunjung mesti berdesak-desakan. Di bagian depan tempat ini ada patung sepatu kayu raksasa yang jadi rebutan para pengunjung untuk ber-narsis-ria. Kadang kita bakal nemuin toko jual barang yang sama, tapi lebih murah. Makanya harus pinter2 nawar. Orang Indonesia pasti pinter nawarrr kaaann??
Manfaat Klompen
Selain petani, ternyata pandai-besi dan kelompok pemerah susu sapi mampu merasakan manfaat klompen. Kalo theklek jowo berfungsi sebagai sendal yang memperlancar peredaran darah, lain lagi dengan si klompen ini. Selain untuk melindungi kaki saat bercocok tanam, klompen ternyata sangat WAAW dan OHHH khasiatnya. Lihat saja daftar berikut ini:

1. Memberikan kehangatan pada kaki di musim dingin dan kesejukan pada musim panas karena kayu memiliki daya serap suhu yang baik.

2. Melindungi kaki saat melangkah di jalanan yang kotor di (Abad Pertengahan).
3. Sebagai wadah menyimpan barang-barang kecil, celengan
4. Untuk mengambil uang dari perahu atau kapal yang menggunakan fasilitas tersebut
5. Sebagai vas bunga, kapal mainan, bahkan sebagai palu
6. Kalau sudah usang bisa dijadikan sebagai kayu bakar untuk pemanas di musim dingin.
7. Bahkan ada anekdot yang sedikit senofobis mengatakan bahwa klompen bisa digunakan sebagai pelampung kalau terjadi banjir! Eh tapi jangan coba2!

8. Sebagai penyokong perekonomian. Biasanya dipake buat souvenir. Ukurannya pun macem2. Dari yang kecil banget sampe yang gedhe2. Souvenir ini biasanya dibeli untuk kenang2an khas dari negeri tulip. Coba cek di sini. Gambar2 souvenir klompennya pasti bikin ngilerrrrrr. xixixi
Makanya, klompen yang sederhana tapi punya banyak kelebihan, bahannya gampang didapet dan dibikin, sangat digemari masyarakat Belanda. Dulunyaaaaaa......
Di zaman sekarang, yang make klompen di Belanda dalam kehidupan sehari-hari ga sebanyak dulu. Cuma sebagian petani, nelayan, atau orang yang bekerja bersihin kebun atau halaman yang masih make klompen ini.
Jadi, benerlah tu kata Dillah, si theklek punya adik. Cuma bedanya, di Indonesia ini, kultur tradisional theklek kurang dimaksimalkan.
Nah, klompen inilah yang menjadi salah satu inovasi yang ditawarkan Negeri van Oranje ini. Meskipun budaya yang sangat old, tapi tetap dikembangkan dan bahkan dibuatkan tempat khusus shgga membuat daya tarik tersendiri. Bisa digunakan sebagai pemasukan negara...
Hebatnya klompen ini..
Seenggaknya ada dua pelajaran yang bisa diambil dari kultur klompen Belanda ini yaitu pentingnya memelihara tradisi yang khas, dan mengembangkannya sehingga memiliki nilai ekonomis bagi Nusa dan Bangsa.
MERDEKAAA!!!
Theklek jangan iri sama Klompen ya..
*********************************************
Ahhhh!! Ak bener2 jadi pengen k Blanda nihhh..
Summer course datanglah!!!
*********************************************




1 komentarrrr:
bikin klompen sendiri aja yg modelnya gaul....